
Reaksi tubuh berupa panas atau sering disebut demam adalah keadaan dimana tubuh terasa panas bila diraba, atau bila diukur dengan termometer, angka di alat tersebut menanjak di atas 37,5 derajat C. Ketika tubuh sedang sakit, ada mekanisme khusus yang mengubah keadaan panas di hypothalamus menjadi di atas 37,5 derajat C. Racun yang berasal dari bakteri atau zat lain yang bukan berasal dari bakteri dapat merangsang sel darah putih untuk membuat suatu zat yang disebut pirogen endogen (PE). Zat PE inilah yang mempengaruhi ensim yang ada di hypothalamus agar mengubah keadaan suhu tubuh menjadi di atas normal. Akibat selanjutnya, tubuh akan terasa panas.
Ketika tubuh menjadi panas, pori-pori kulit mengkerut, badan menggigil seperti ada rasa kedinginan, tetapi ketika diraba maupun diukur ternyata suhu tubuh makin naik. Gejala lain juga timbul seperti denyut jantung bertambah kencang, desah nafas menjadi cepat seperti orang habis berlari, dan anak mejadi lemah. Bila disertai oleh infeksi di bagian tubuh tertentu, gejala penyakit ditambah sesuai dengan lokasi penyakit. Di sini, telinga terasa sakit bila disentuh, sesak nafas, kesadaran menurun atau anak menjerit kesakitan ketika posisi leher diubah. Itu semua menunjukkan adanya penyakit berat yang menimbulkan reaksi panas tubuh.
Selain memperhatikan gejala lain yang timbul, tingginya suhu tubuh dapat dirasakan dengan menempelkan punggung tangan di dahi. Juga dengan alat ukur yaitu termometer yang dapat diletakkan di ketiak, di rongga mulut, maupun dimasukkan ke lubang dubur. Termometer dimasukkan sedalam 2-3 cm dan dibiarkan selama 3 menit. Di ketiak, ujung termometer persis di lipatan ketiak dan ditahan selama 5 menit, suhu yang tercatat sebetulnya lebih rendah sebesar 0,5-1 derajat C dari suhu tubuh yang sebenarnya.
Bila suhu tubuh menanjak sampai 41,1 derajat C, akan menimbulkan kerusakan pada otak, saraf, dan otot. Kerusakan yang terjadi pada jaringan otak bersifat permanen, tidak dapat diperbaiki lagi. Bila hypothalamus ikut rusak, maka suhu tubuh akan tetap tinggi, tidak bisa diturunkan dengan obat penurun panas. Panas yang demikian tinggi dapat juga menyebabkan kejang, kesadaran turun sampai koma, lumpuh, dan sebagainya.
Apakah demam atau suhu tubuh yang meningkat perlu diobati? Apakah reaksi demam berguna bagi tubuh yang sedang sakit? Pada tingkat tertentu, demam merupakan bagian dari pertahanan tubuh. Artinya, demam berguna untuk meningkatkan daya serang tubuh terhadap kuman, sehingga kekuatan kuman jadi menurun. Pemberian obat penurun panas jenis tertentu selain dapat menyembunyikan keadaan penyakit yang sebenarnya, juga ada obat tertentu yang efek sampingnya justru lebih berbahaya daripada reaksi demam itu sendiri. Keadaan suhu tubuh yang melebihi 40,5 derajat C, perlu ditangani sebaik-baiknya karena dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan saraf.
Cara Mengatasi
Ada tiga cara mengatasi demam pada anak sbb.;
1. Kompres dengan air hangat, kain dibasahi dengan air hangat, ditempel di tempat aliran pembuluh darah yang besar yaitu ketiak dan pelipatan paha. Air hangat yang menguap akan mengambil panas tubuh sehingga suhu tubuh menurun. Bila memakai air dingin, anak akan menggigil dan ini terasa sangat tidak enak selain metabolisme tubuh meningkat yang akan meningkatkan kebutuhan akan zat tenaga sementara anak tidak mau makan. Pemakaian alkohol untuk kompres dapat menimbulkan keracunan karena alkohol diserap oleh kulit dan saluran nafas.
2. Obat-obat penurun panas yang relatif aman untuk anak ada golongan asetaminofen, asetosal dan ibuprofen. Khusus golongan asetosal, harus hati-hati dengan efek sampingnya, bila dosis tidak tepat dapat menyebabkan keracunan berupa perdarahan saluran cerna atau suhu tubuh justru meningkat.
3. Selain obat dan kompres, anak perlu minum banyak untuk mencegah kekurangan cairan akibat suhu tubuh yang meningkat. Juga perlu, tidur cukup agar metabolisme tubuhnya berkurang, sehingga mengurangi kebutuhan akan zat tenaga.
Demam adalah reaksi tubuh yang alamiah sebagai salah satu bagian dari upaya pertahanan tubuh. Keadaan demam ringan sebetulnya tidak selalu membutuhkan obat penurun panas. Cukup dengan banyak minum, istirahat bila perlu ditambah dengan kompres hangat. Bila suhu meningkat sampai di atas 38,5 derajat C, obat pereda panas perlu ditambahkan, dan dijaga jangan sampai suhu di atas 40,5 derajat C. Caranya dengan memberi obat lain untuk mengobati penyakit yang dapat menimbulkan panas badan setinggi itu. Hal ini harus ditangani oleh dokter.
Tiap orangtua yang mempunyai anak — khususnya pada usia balita — agar selalu menyediakan obat penurun panas, sebab mereka masih peka terhadap lonjakan panas tubuh yang dapat memicu reaksi kejang.
No comments:
Post a Comment
THANK YOU FOR YOUR COMMENT